Indonesia adalah negara kepulauan dengan 14.000 pulau
dan populasi penduduk sebanyak 223 juta jiwa pada tahun 2006. Pertanian
berperan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam
menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat di pedesaan.
Pada tahun 2002 pendapatan dari upah pertanian dan usahatani merebut
pangsa 43% dari pendapatan keluarga, dan duapertiga dari total
kesempatan kerja di pedesaan. Ditinjau dari potensi sumberdaya alam,
selayaknya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan asal ternak sendiri
dan malahan berpotensi menjadi negara pengekspor produk peternakan.
Namun demikian, pembangunan budidaya ternak di Indonesia masih belum
berhasil dalam memenuhi sebagian dari kebutuhan dalam negeri, termasuk
rentan terhadap serangan penyakit hewan berbahaya. Sekarang Indonesia
masih mengimpor sapi hidup sebesar 30% dan produk susu sebesar 75% dari
kebutuhan konsumsi dalam negeri. Impor ternak hidup dan daging sapi
semakin meningkat akibat populasi ternak sapi mengalami kemerosotan
dalam dua dekade terakhir, diiringi dengan penurunan populasi kerbau
yang cukup tajam dari 3,6 juta ekor menjadi 2,4 juta ekor.Berbagai masalah pengembangan peternakan yang dihadapi di Indonesia, antara lain: rendahnya produktivitas, penyakit, manajemen, modal dan kelembagaan serta sosial-ekonomi peternakan. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi peternakan di Indonesia, terutama untuk pengembangan ternak sapi, termasuk upaya meningkatkan mutu genetik ternak lokal dan meningkatkan produksi ternak melalui hubungan yang saling mendukung antara tanaman dan ternak. Indonesia sekarang merupakan negara pengimpor hasil ternak terutama daging sapi, ternak hidup, dan bibit ayam ras. Ketergantungan ini sangat mempengaruhi perkembangan peternakan dalam negeri. Impor hasil ternak yang tinggi adalah sapi bakalan dari Australia yang cenderung terus meningkat.
Sumber : https://peternakanfpp.wordpress.com/prospek-peternakan-di-masa-depan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar